Monday, October 14, 2013

Sejarah Hari Idul Adha

Pada suatu hari, Nabi Ibrahim AS menyembelih kurban fisabilillah berupa 1.000 ekor domba, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta. Banyak orang mengaguminya, bahkan para malaikat pun terkagum-kagum atas kurbannya.

“Kurban sejumlah itu bagiku belum apa-apa. Demi Allah! Seandainya aku memiliki anak lelaki, pasti akan aku sembelih karena Allah dan aku kurbankan kepada-Nya,” kata Nabi Ibrahim AS, sebagai ungkapan karena Sarah, istri Nabi Ibrahim belum juga mengandung.

Kemudian Sarah menyarankan Ibrahim agar menikahi Hajar, budaknya yang negro, yang diperoleh dari Mesir. Ketika berada di daerah Baitul Maqdis, beliau berdoa kepada Allah SWT agar dikaruniai seorang anak, dan doa beliau dikabulkan Allah SWT. Ada yang mengatakan saat itu usia Ibrahim mencapai 99 tahun. Dan karena demikian lamanya maka anak itu diberi nama Isma'il, artinya "Allah telah mendengar". Sebagai ungkapan kegembiraan karena akhirnya memiliki putra, seolah Ibrahim berseru: "Allah mendengar doaku".

Ketika usia Ismail menginjak kira-kira 7 tahun (ada pula yang berpendapat 13 tahun), pada malam tarwiyah, hari ke-8 di bulan Dzulhijjah, Nabi Ibrahim AS bermimpi ada seruan, “Hai Ibrahim! Penuhilah nazarmu (janjimu).”

Pagi harinya, beliau pun berpikir dan merenungkan arti mimpinya semalam. Apakah mimpi itu dari Allah SWT atau dari setan? Dari sinilah kemudian tanggal 8 Dzulhijah disebut sebagai hari tarwiyah (artinya, berpikir/merenung).

Pada malam ke-9 di bulan Dzulhijjah, beliau bermimpi sama dengan sebelumnya. Pagi harinya, beliau tahu dengan yakin mimpinya itu berasal dari Allah SWT. Dari sinilah hari ke-9 Dzulhijjah disebut dengan hari ‘Arafah (artinya mengetahui), dan bertepatan pula waktu itu beliau sedang berada di tanah Arafah.

Malam berikutnya lagi, beliau mimpi lagi dengan mimpi yang serupa. Maka, keesokan harinya, beliau bertekad untuk melaksanakan nazarnya (janjinya) itu. Karena itulah, hari itu disebut denga hari menyembelih kurban (yaumun nahr). Dalam riwayat lain dijelaskan, ketika Nabi Ibrahim AS bermimpi untuk yang pertama kalinya, maka beliau memilih domba-domba gemuk, sejumlah 100 ekor untuk disembelih sebagai kurban. Tiba-tiba api datang menyantapnya. Beliau mengira bahwa perintah dalam mimpi sudah terpenuhi. Untuk mimpi yang kedua kalinya, beliau memilih unta-unta gemuk sejumlah 100 ekor untuk disembelih sebagai kurban. Tiba-tiba api datang menyantapnya, dan beliau mengira perintah dalam mimpinya itu telah terpenuhi.

Pada mimpi untuk ketiga kalinya, seolah-olah ada yang menyeru, “Sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu agar menyembelih putramu, Ismail.” Beliau terbangun seketika, langsung memeluk Ismail dan menangis hingga waktu Shubuh tiba. Untuk melaksanakan perintah Allah SWT tersebut, beliau menemui istrinya terlebih dahulu, Hajar (ibu Ismail). Beliau berkata, “Dandanilah putramu dengan pakaian yang paling bagus, sebab ia akan kuajak untuk bertamu kepada Allah.” Hajar pun segera mendandani Ismail dengan pakaian paling bagus serta meminyaki dan menyisir rambutnya.

Kemudian beliau bersama putranya berangkat menuju ke suatu lembah di daerah Mina dengan membawa tali dan sebilah pedang. Pada saat itu, Iblis terkutuk sangat luar biasa sibuknya dan belum pernah sesibuk itu. Mondar-mandir ke sana ke mari. Ismail yang melihatnya segera mendekati ayahnya.

“Hai Ibrahim! Tidakkah kau perhatikan anakmu yang tampan dan lucu itu?” seru Iblis.

“Benar, namun aku diperintahkan untuk itu (menyembelihnya),” jawab Nabi Ibrahim AS.

Setelah gagal membujuk ayahnya, Iblsi pun datang menemui ibunya, Hajar. “Mengapa kau hanya duduk-duduk tenang saja, padahal suamimu membawa anakmu untuk disembelih?” goda Iblis.

“Kau jangan berdusta padaku, mana mungkin seorang ayah membunuh anaknya?” jawab Hajar.

“Mengapa ia membawa tali dan sebilah pedang, kalau bukan untuk menyembelih putranya?” rayu Iblis lagi.

“Untuk apa seorang ayah membunuh anaknya?” jawab Hajar balik bertanya.

“Ia menyangka bahwa Allah memerintahkannya untuk itu”, goda Iblis meyakinkannya.

“Seorang Nabi tidak akan ditugasi untuk berbuat kebatilan. Seandainya itu benar, nyawaku sendiri pun siap dikorbankan demi tugasnya yang mulia itu, apalagi hanya dengan mengurbankan nyawa anaku, hal itu belum berarti apa-apa!” jawab Hajar dengan mantap.

Iblis gagal untuk kedua kalinya, namun ia tetap berusaha untuk menggagalkan upaya penyembelihan Ismail itu. Maka, ia pun menghampiri Ismail seraya membujuknya, “Hai Isma’il! Mengapa kau hanya bermain-main dan bersenang-senang saja, padahal ayahmu mengajakmu ketempat ini hanya untk menyembelihmu. Lihat, ia membawa tali dan sebilah pedang,”

“Kau dusta, memangnya kenapa ayah harus menyembelih diriku?” jawab Ismail dengan heran. “Ayahmu menyangka bahwa Allah memerintahkannya untuk itu” kata Iblis meyakinkannya.

“Demi perintah Allah! Aku siap mendengar, patuh, dan melaksanakan dengan sepenuh jiwa ragaku,” jawab Ismail dengan mantap.

Ketika Iblis hendak merayu dan menggodanya dengan kata-kata lain, mendadak Ismail memungut sejumlah kerikil ditanah, dan langsung melemparkannya ke arah Iblis hingga butalah matanya sebelah kiri. Maka, Iblis pun pergi dengan tangan hampa. Dari sinilah kemudian dikenal dengan kewajiban untuk melempar kerikil (jumrah) dalam ritual ibadah haji.

Sesampainya di Mina, Nabi Ibrahim AS berterus terang kepada putranya, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?…” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102).

“Ia (Ismail) menjawab, ‘Hai bapakku! Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah! Kamu mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102).

Mendengar jawaban putranya, legalah Nabi Ibrahim AS dan langsung ber-tahmid (mengucapkan Alhamdulillâh) sebanyak-banyaknya.

Untuk melaksanakan tugas ayahnya itu Ismail berpesan kepada ayahnya, “Wahai ayahanda! Ikatlah tanganku agar aku tidak bergerak-gerak sehingga merepotkan. Telungkupkanlah wajahku agar tidak terlihat oleh ayah, sehingga tidak timbul rasa iba. Singsingkanlah lengan baju ayah agar tidak terkena percikan darah sedikitpun sehingga bisa mengurangi pahalaku, dan jika ibu melihatnya tentu akan turut berduka.”

“Tajamkanlah pedang dan goreskan segera dileherku ini agar lebih mudah dan cepat proses mautnya. Lalu bawalah pulang bajuku dan serahkan kepada agar ibu agar menjadi kenangan baginya, serta sampaikan pula salamku kepadanya dengan berkata, ‘Wahai ibu! Bersabarlah dalam melaksanakan perintah Allah.’ Terakhir, janganlah ayah mengajak anak-anak lain ke rumah ibu sehingga ibu sehingga semakin menambah belasungkawa padaku, dan ketika ayah melihat anak lain yang sebaya denganku, janganlah dipandang seksama sehingga menimbulka rasa sedih di hati ayah,” sambung Isma'il.

Setelah mendengar pesan-pesan putranya itu, Nabi Ibrahim AS menjawab, “Sebaik-baik kawan dalam melaksanakan perintah Allah SWT adalah kau, wahai putraku tercinta!”

Kemudian Nabi Ibrahim as menggoreskan pedangnya sekuat tenaga ke bagian leher putranya yang telah diikat tangan dan kakinya, namun beliau tak mampu menggoresnya.

Ismail berkata, “Wahai ayahanda! Lepaskan tali pengikat tangan dan kakiku ini agar aku tidak dinilai terpaksa dalam menjalankan perintah-Nya. Goreskan lagi ke leherku agar para malaikat megetahui bahwa diriku taat kepada Allah SWT dalam menjalan perintah semata-mata karena-Nya.”

Nabi Ibrahim as melepaskan ikatan tangan dan kaki putranya, lalu beliau hadapkan wajah anaknya ke bumi dan langsung menggoreskan pedangnya ke leher putranya dengan sekuat tenaganya, namun beliau masih juga tak mampu melakukannya karena pedangnya selalu terpental. Tak puas dengan kemampuanya, beliau menghujamkan pedangnya kearah sebuah batu, dan batu itu pun terbelah menjadi dua bagian. “Hai pedang! Kau dapat membelah batu, tapi mengapa kau tak mampu menembus daging?” gerutu beliau.

Atas izin Allah SWT, pedang menjawab, “Hai Ibrahim! Kau menghendaki untuk menyembelih, sedangkan Allah penguasa semesta alam berfirman, ‘jangan disembelih’. Jika begitu, kenapa aku harus menentang perintah Allah?”

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (bagimu). Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 106)

Menurut satu riwayat, bahwa Ismail diganti dengan seekor domba kibas yang dulu pernah dikurbankan oleh Habil dan selama itu domba itu hidup di surga. Malaikat Jibril datang membawa domba kibas itu dan ia masih sempat melihat Nabi Ibrahim AS menggoreskan pedangnya ke leher putranya. Dan pada saat itu juga semesta alam beserta seluruh isinya ber-takbir (Allâhu Akbar) mengagungkan kebesaran Allah SWT atas kesabaran kedua umat-Nya dalam menjalankan perintahnya. Melihat itu, malaikai Jibril terkagum-kagum lantas mengagungkan asma Allah, “Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Allâhu Akbar”. Nabi Ibrahim AS menyahut, “Lâ Ilâha Illallâhu wallâhu Akbar”. Ismail mengikutinya, “Allâhu Akbar wa lillâhil hamd”. Kemudian bacaan-bacaan tersebut dibaca pada setiap hari raya kurban (Idul Adha).

Sumber: Nasiruddin, S.Ag, MM, 2007, Kisah Orang-Orang Sabar, Republika, Jakarta
dengan beberapa perubahan.

Sunday, October 13, 2013

Puasa Arofah

Mari kita sama-sama berpuasa sunat di hari arafah. Hari dimana jemaah haji berkumpul di padang Arafah untuk berwukuf. Dari Abu Qatadah radhiAllahu `anhu berkata, Rasulullah sallAllahu `alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa hari `Arafah, kemudian Baginda menjawab: َََيُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَ الْبَاقِيَة “Puasa itu (puasa hari `Arafah) dapat menebus dosa setahun yang telah berlalu dan setahun akan datang.” (HR Muslim) Dari `A’isyah radhiAllahu `anha berkata bahawa Rasulullah sallAllahu `alaihi wa sallam bersabda: َمَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيهِ عَبْدًا مِنْ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَة “Tidak ada hari yang lebih ramai ALLAH Ta`ala membebaskan hambaNYA daripada api neraka lebih daripada hari `Arafah.” (HR Muslim) Gunakanlah peluang yang kita ada kali ini untuk melakukan ibadat sunat di hari arafah. Doakan juga agar satu masa nanti . berpeluang menunaikan ibadah haji. InsyaAllah. Hari arafah pada tahun ini jatuh pada hari Isnin 14 Oktober 2013. Sebarkan kepada rakan-rakan yang lain, moga semua mendapat manfaat dari hari yang mulia ini. Spread The Message, Share The Reward.qr

Sunday, July 7, 2013

Amalan dan Kelebihan Bulan Ramadhan


KEWAJIPAN BERPUASA

Firman Allah dalam Surah al-Baqarah ayat 183 dan 185 yang bermaksud:
“Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana yang diwajibkan atas orang-orang yang dahulu daripada kamu, supaya kamu bertakwa.”
“Masa yang diwajibkan berpuasa itu ialah bulan Ramadhan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk, dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah. Oleh itu sesiapa dari antara kamu yang menyaksikan anak bulan Ramadhan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia berpuasa bulan itu..”.

Sesungguhnya bulan Ramadhan bulan yang setiap tahun dinantikan ketibaannya oleh setiap umat Islam, memandangkan ia bulan yang mulia dan memberikan terlalu banyak manfaat, faedah, fadhilat dan masa depan yang cerah bagi mereka yang menghayatinya.

FADHILAT DAN KEUTAMAAN RAMADHAN

Terdapat puluhan hadis Rasulullah s.a.w. yang menjelaskan tentang fadhilat dan keutamaan bulan Ramadhan, bukan sahaja untuk manfaat umat Islam di akhirat kelak bahkan faedah di dunia ini.

Walau bagaimanapun faedah dan manfaat itu hanya diberikan kepada umat Islam yang taat menjunjung segala perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Mereka yang ingkar, tidak berpuasa, tidak mengerjakan solat dan lain-lain perintah Allah, tidaklah berhak mendapatnya.
Di bawah ini diringkaskan beberapa maksud hadis Rasulullah s.a.w mengenai fadhilat, kelebihan, keutamaan dan kemuliaan bulan Ramadhan serta amal ibadah yang sewajarnya dilakukan.

· Pintu langit dibukaSabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud:
“Apabila masuk bulan Ramadhan maka dibukakanlah pintu-pintu langit dan ditutupkan pintu-pintu neraka dan diikatlah semua syaitan.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

· Pintu-pintu syurga dibuka
Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud:
“Pada malam pertama bulan Ramadhan diikatlah semua syaitan dan jin dan ditutuplah semua pintu-pintu neraka dan tidak dibuka satu pintu pun darinya. Dan dibukakanlah pintu-pintu syurga dan tidaklah ditutup satu pun darinya. Maka berserulah penyeru; Wahai orang yang melakukan kebaikan hampirlah kamu, wahai orang yang melakukankejahatan undurlah kamu. Dan sesungguhnya Allah mempunyai ahli neraka yang dibebaskan dan sedemikian itu berlaku pada setiap malam Ramadhan.”
(Riwayat At-Tirmizi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah r.a.)

· Amal ibadah bulan RamadhanDalam khutbah terakhir bulan Syaaban untuk persediaan menghadapi bulan Ramadhan, Rasulullah s.a.w. telah memberi nasihat kepada umat Islam supaya menyempurnakan berbagai amal ibadah sepanjang bulan Ramadhan:

1. Solat sunat tarawih.
2. Solat-solat sunat yang lain.
3. Bantu membantu sesama umat Islam seperti bersedekah dan seumpamanya.
4. Memberikan hidangan berbuka puasa.
5. Banyakkan membaca tahlil (syahadah, berzikir, bertasbih dan seumpamanya).
6. Banyakkan beristighfar dan bertaubat, memohon keampunan kepada Allah s.w.t.
7. Banyakkan berdoa memohon syurga dan perlindungan dari azab neraka.
8. Banyakkan bersabar, kerana pada bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran.
9. Tinggalkan dan jauhi dari segala perbuatan maksiat dan kemungkaran, kerana ia boleh menghapuskan ganjaran pahala ibadah kita. Ini termasuk jangan mengumpat, berkelahi, boros, fitnah-memfitnah, berbohong dan sebagainya.

· Ganjaran pahala ibadah dan fadhilatnya 
Ganjaran pahala mereka yang mengerjakan amal ibadah dalam bulan Ramadhan adalah berlipat-ganda. Ibadah fardhu diberi pahala sehingga tujuh puluh kali ganda; manakala ibadah sunat diberi pahala seperti ibadah fardhu. Pada keseluruhannya, bulan Ramadhan ini terbahagi kepada tiga bahagian:

1. Untuk mendapat rahmat Allah s.w.t yang mencurah-curah.
2. Untuk mendapat keampunan Allah s.w.t.
3. Untuk mendapat pelepasan dari azab neraka.

FADHILAT YANG LAIN-LAIN

· Mereka yang berpuasa akan mendapat balasan syurga.
· Doa orang yang berpuasa dimakbulkan Allah s.w.t.
· Orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan iaitu semasa berbuka puasa dan apabila bertemu dengan Allah pada Hari Kiamat kelak.
· Orang yang berpuasa disertai menjauhi segala larangan semasa berpuasa, dan mengerjakan ibadah sunat seperti bertahlil, bertasbih dan seumpamanya, akan dibinakan mahligai yang indah di syurga.
· Setiap kali sujud orang yang berpuasa Ramadhan dikurniakan seribu tujuh ratus kebajikan, dibinakan mahligai di syurga dan tujuh puluh ribu malaikat memohon keampunan baginya dari pagi hingga petang.

Demikian sebahagian dari berbagai fadhilat dan kelebihan orang yang berpuasa Ramadhan.

SOLAT SUNAT TARAWIH

Ibadat yang paling besar pahalanya ialah menghayati setiap malamnya dengan solat sunat Tarawih. Menurut sebah hadis Rasulullah s.a.w. yang panjang lebar, terdapat berbagai fadhilat dan faedah termasuk diampuni dosa-dosa dirinya dan kedua ibu bapanya, diberi pahala seumpama pahala tawaf para malaikat di Baitul Ma’mur, bersih dari dosa seperti baru dilahirkan, dibinakan mahligai di syurga, dinaikkan kedudukannya seribu darjat di akhirat dan berbagai-bagai lagi.

Pengertian Solat Tarawih

Erti Tarawih ialah duduk bersenang-senang atau beristirahat. Solat Tarawih bererti solat dengan rasa senang dan kelapangan hati selepas solat, fardu Isyak. Biasanya duduk berehat setelah mengerjakan empat rakaat solat Tarawih, sebelum di sambung semula.
Tujuan utamanya ialah untuk memneri peluang dan galakan kepada umat Islam supaya suka mengisi waktu yang terluang di dalam bulan Ramadhan, dengan ibadat-ibadat sunat seperti solat Tarawih, solat Witir dan membaca al-Quran, berzikir dan lain-lain.

Qiamu Ramadhan

Solat Tarawih juga disebut dengan Qiamu Ramadhan. Solat ini dikerjakan seelepas umat Islam mengerjakan solat fardhu Isyak dan waktunya berkekalan sehingga akhir malam. Sebuah Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bermaksud bahawa sesiapa yang mengerjakan Qiamu Ramadhan (solat Tarawih) dengan penuh keimanan dan ikhlas mengharap ganjaran dari Allah, maka Allah mengampunkan segala dosanya yang telah lalu.

Lailatul-Qadar

Satu lagi keistimewaan bulan Ramadhan ialah rahsia Allah s.w.t. menurunkan malam Lailatul-Qadar dalam salah satu malam dalam bulan Ramadhan tersebut.

Di dalam surah al-Qadr, Allah s.w.t. menjanjikan bahawa mereka yang beramal diberi ganjaran seperti beramal ibadat selama 1,000 bulan atau 83 tahun (maksud al-Quran, surah al-Qadr).

Walau bagaimanapun, hanya Allah s.w.t. jua yang mengetahui, pada malam yang manakah Lailatul-Qadar itu diturunkan. Kebanyakan para ulama menyatakan bahawa Lailatul-Qadar itu diturunkan pada salah satu dari sepuluh malam yang terakhir di bulan Ramadhan. Setengah ulama pula menyatakan bahawa Lailatul-Qadar itu diturunkan pada salah satu malam yang ganjil dari sepuluh malam yang terakhir bulan Ramadhan.

Istilah Qiamu Ramadhan juga dimaksudkan bahawa umat Islam sewajarnya menghidupkan suasana malam di sepanjang bulan Ramadhan dengan mengerjakan solat, iktikaf dalam masjid, berzikir dan seumpamanya. Sangatlah ruginya mereka yang tidak mahu merebut peluang meraih pahala dengan beribadat solat Tarawih setahun sekali ini. Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dan penuh keberkatan.

Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: “Sesiapa yang mendirikan solat (Tarawih) pada malam hari di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan ikhlas, maka Allah mengampunkan segala dosanya yang telah lalu.”
(Hadis riwayat Bukhari)

Thursday, February 14, 2013

Perjuangan Yang Belum Selesai


Sejarah Ringkas

Pandasan merupakan sebuah perkampungan terpinggir di utara daerah Kota Belud Sabah.Satu ketika dahulu di bumi Pandasan ini masyarakatnya begitu teguh berpegang pada ajaran dan undang undang Islam.Dimana pernah terjadi seorang pemuda berbangsa Samah beragama Islam telah dikenakan hukuman sebat kerana kesalahan berzina.Pasangannya adalah seorang gadis berbangsa Dusun bukan Islam.Gadis tersebut juga dikenakan hukuman mengikut hukum adat suku kaum Dusun kerana undang undang Islam tidak melibatkan mereka yang bukan beragama Islam.

Peristiwa Pandasan atau lebih dikenali penduduk tempatan sebagai Perang Pandasan telah berlaku pada 26 April 1915 bersamaan dengan 12 Jamadilakhir 1333(H).Beberapa hari selepas tewasnya Pahlawan Antanum di Rundum.Pada tarikh ini,Sharif Ali atau lebih dikenali sebagai Embo Ali juga Sabil Ali bersama sama dengan pengikut pengikutnya yang terdiri dari suku kaum Samah ,Dusun dan Irranun telah terkorban.Sharif Ali merupakan adik kepada Datu Paduka Mat Salleh,pahlawan terbilang Sabah.Embo Ali yang juga seorang ulama ahlul bait dan pahlawan bangsa menentang British kerana tidak bersetuju dengan sistem cukai yang dikenakan oleh British North Borneo Company(BNBC).BNBC yang pada mulanya datang sebagai pedagang dan penyewa akhirnya meminta cukai daripada tuan tanah.Nampak sangat sikap penipu bangsa beruk British ini.Penentangan Embo Ali juga adalah disebabkan rasa tidak puas hati dengan perangai beruk beruk British yang cuba mengambilalih pemerintahan.Dan ini menjadi kenyataan setelah tanah Sabah diserahkan kompeni kepada Kerajaan British secara tidak sah pada tahun 1946.Pandai sangat British ini mengambil kesempatan.Bersama sama dengan orang tempatan lawan Jepun supaya mereka dianggap berjuang membebaskan bumi Sabah.Padahal merekalah yang membunuh dan menghapuskan kuasa pembesar pembesar sebelum itu.Berbalik kepada peristiwa perang Pandasan,upacara “Betitik” selama 3 hari 3 malam juga disebut masyarakat Irranun sebagai "Peghkalilang" telah diadakan.Irama “Tigad-tigad” yang membawa maksud tetak dalam bahasa Samah mengiringi hari hari terakhir para pejuang.Kiranya macam dalam cerita kungfu la,sebelum menghadapi peperangan,gendang perang di palu terlebih dahulu bertujuan untuk menaikkan semangat para pejuang.Ketibaan pasukan polis British dinanti dengan zikir dan wirid memuji keagungan Allah s.w.t.Barisan pejuang menanti kedatangan mereka dengan berpakaian serba putih setelah mereka berkeputusan untuk mempertahankan kedaulatan hingga ke titisan darah yang terakhir walau hanya dengan bersenjatakan gayang(pedang).bujak(lembing),pidah(parang) dan senjata tradisional yang lain.Pasukan polis British mula melakukan serangan,dentuman bunyi meriam dan senapang berselang seli dengan jerit tempik laungan “Allahuakbar” membingitkan suasana perang Pandasan,yang kini merupakan tapak Tamu Pandasan.Tembakan meriam dan senapang pasukan polis British tidak sedikit pun mencederakan Embo Ali dan pengikut pengikutnya.Ternyata kehebatan “Ilmu Petunang” berjaya membuatkan senjata anggota polis British tidak berfungsi dan membuatkan mereka saling tembak menembak sesama sendiri.Tembakan yang dilepaskan juga tidak mengenai sasaran.Dan kesannya masih boleh dilihat pada pokok2 besar sehingga ke hari ini.Melihat kepada keadaan tersebut,lahirlah watak seorang talibarut yang bernama Arshad.Arshad merupakan salah seorang dari pengikut Embo Ali yang telah diperturunkan ilmu kepahlawanan.Arshad yang telah dirasuk syaitan mula membayangkan imbuhan yang akan diperolehinya setelah mengkhianati rakan seperjuangan dan gurunya sendiri.Tidak seperti Jebat yang derhaka kerana menuntut Keadilan,Arshad menderhaka kerana kuasa dan kekayaan.Arshad memilih untuk hidup mulia,Embo Ali memilih untuk mati syahid.Arshad mengetahui kelemahan Embo Ali lalu bertindak meminjam bujak (lembing) kepunyaan gurunya itu.Sebagai salah seorang anak murid yang paling dipercayai dan antara yang terhandal berbanding yang lain,Embo Ali tidak menyangka anak murid kesayangannya yang seorang ini sebenarnya takut mati dan terlebih dahulu telah berpakat dengan pihak British..Setelah mendapat bujak kepunyaan gurunya itu dengan laungan “sumbang/setumbang noh kiti guru!!!’’ yang bermaksud “berlawanlah kita wahai tok guruku”,Arshad membujak Embo Ali dalam keadaan beliau tidak bersedia..Antara dialog yang dirakamkan dalam ingatan mereka2 yang tidak terbunuh dan menyaksikan babak tersebut adalah berbunyi seperti ini yang telah saya terjemahkan dalam Bahasa Melayu." Sampai hatimu Arshad.Ku pelihara kau seperti anak sendiri,ku perturunkan segala ilmu.Sebegini rupa kau membalasnya".Ini kerana Arshad bukanlah penduduk asal Kota Belud.Dan sudah menjadi budaya masyarakat di Kota Belud menghormati orang luar.Budaya ini kekal sehingga ke hari ini,dimana sekiranya anda seorang perantau dan datang ke Kota Belud,mereka akan melayani anda sebaik mungkin.Apa yang ada di dapur mereka,itulah juga yang anda makan.Melainkan sudah tiada,memadailah sekadar secawan kopi dan biskut kering.Seperti yang digambarkan dalam sebuah perumpamaan bangsa Samah."Mangan nia mangan asal jo kiti kurung kurung" yang bermaksud makan tak makan,yang penting kita berhimpun.Di saat saat akhir hayatnya,Embo Ali sempat berpesan kepada anak muridnya yang lain agar meneruskan perjuangan ” Baya ni matai entorong bujak”.Yang membawa maksud biarlah mati dihujung lembing.Akhirnya pergilah seorang pejuang agama dan bangsa.Pemimpin berkarisma yang menjadi simbol penyatuan bangsa yang berlainan agama dan kepercayaan.Pengikut2 Embo Ali yang masih hidup cuba membunuh Arshad tetapi tidak berhasil kerana Arshad sememangnya seorang yang handal bertarung hasil didikan Embo Ali.Satu demi satu pejuang gugur dan berakhirlah perjuangan suci dibumi Pandasan..Pakaian putih dibasahi darah merah.Jenazah mereka dikebumikan dalam satu liang di sebuah permakaman besar di kampung Pandasan selayaknya untuk mereka yang mati syahid.Mayat pejuang2 yang bukan beragama Islam pula dikebumikan di kampung masing2.Arshad diangkat sebagai wira di Kota Belud.Sebuah sekolah menengah di Kota Belud diambil bersempena dengan namanya yang telah berjasa kepada British kerana mengkhianati guru dan rakan seperjuangannya.Berbekalkan ilmu kepahlawanan dan sokongan dari pihak British,Arshad mula berlagak seperti seorang dictator.Merampas tanah dan harta penduduk tempatan.Disamping mengenakan cukai2 yang tidak munasabah.Waris waris dan keturunan Embo Ali dan wira wira Pandasan dihina sebagai keturunan pemberontak.Dan ada diantaranya yang berhijrah meninggalkan tanah tumpah darah mereka dan meninggalkan keluarga besar mereka di Kota Belud.

Begitulah seadanya.Satu penceritaan ringkas.Saya menyeru anak anak muda yag berbangsa Samah,Dusun dan Irranun terutamanya yang berasal dari Kota Belud agar tidak melupakan sejarah yang cuba dipadamkan ini.Rajin rajinlah bertanya kepada orang2 lama.Pelangi akan pergi setelah petang menjengah malam.Bangunlah pada keesokan hari bersama sinar pagi yang menerangi seluruh alam.Sejarah akan terus menipu selagi si penipu sejarah tidak didedahkan.Dan sejarah itu ditulis oleh orang2 yang menang untuk memenangkan mereka yang menang.Dan yang menang adalah penjajah British dan agen mereka yang memerintah kita hingga ke hari ini.Embo Ali dan wira2 perang Pandasan sudah hampir seratus tahun meninggalkan kita.Tapi kita yang masih hiduplah yang bertanggungjawab untuk meneruskan perjuangan mereka.Kerana inilah sebenarnya perjuangan yang belum selesai.Suara keramat ini akan terus kedengaran,selagi hayat dikandung badan..BAYA NI MATAI ENTORONG BUJAK..LAWAN TETAP LAWAN!!!
 

by: pelangi petang

Gangnam Style


KISAH BENAR: SECEBIS CERITA DUKA DARI GANGNAM
oleh Mohamad Sidik pada pada 7hb Oktober 2012 pukul 12.14 ptg

Malam tadi setelah keluar dari masjid seusai selesai solat Isyak di masjid berdekatan dengan rumah, saya berjalan kaki seorang diri pergi ke sebuah kedai makan untuk makan malam. Pengunjung di kedai makan yang saya tuju itu agak ramai dan boleh dikatakan hampir kebanyakan meja di kedai ter
sebut sudah penuh. Saya memilih untuk duduk di salah sebuah meja di bahagian paling hujung seorang diri yang ketika itu tiada orang di meja tersebut. Apabila pelayan datang saya pun memesan makanan yang saya mahu. Selepas beberapa ketika pelayan tersebut pergi datanglah pula seorang gadis muda berkulit cerah berjubah dan bertudung hitam gaya wanita Arab ke meja saya seraya bertanya,

"Tuan, boleh saya duduk di sini..? Kamu lihat, tempat-tempat di meja lain semua sudah penuh.."

"Oh, ok.. tak mengapa. Silakan duduk.." jawab saya agak terkejut dengan sapaan gadis itu. Perbualan kami dalam bahasa Inggeris.

Kemudian pelayan datang kepadanya dan dia hanya memesan 'fresh orange' untuk minuman. Apabila pelayan pergi saya memberanikan diri bertanya kepadanya dengan rasa pelik, "Kamu seorang diri sahaja? Dan kamu kelihatan bukan orang Malaysia, bukan?"

Dia mengangkat wajahnya dari telefon pintarnya ke arah saya lalu menjawab dengan tersenyum, "Oh saya dari Korea Selatan, dan saya ingin ke rumah seorang kawan.."

"Oh Korea Selatan.. sekarang negara itu sedang 'famous' dengan tarian Gangnam Style.." jawab saya spontan bersahaja sambil tersenyum dan menganguk-angguk sendirian tatkala mata gadis itu kembali ke telefon pintarnya sambil menggerak-gerakkan jarinya di atas skrin sesentuh dan kadangkala dia juga tersenyum seorang diri melayan sesuatu dari telefon pintarnya.

"Gangnam Style..? Apa yang kamu tahu tentangnya.. ia tarian yang dilaknat Tuhan. Saya menganggapnya diilhamkan oleh Iblis kepada artis itu." jawabnya dengan nada yang tegas dan berani.

"Oh ok ok, minta maaf..saya tak bermaksud menyinggung perasaan kamu.." jawab saya serta-merta.
Perbualan terhenti seketika beberapa lama. Selepas kira-kira 15-20 minit pelayan kembali datang dengan membawa pesanan saya dan minuman gadis itu.
"Kamu mahu tahu apa yang saya tahu tentang Gangnam?" tanya gadis kembali itu kepada saya.

"Jika kamu berminat untuk bercerita kepada saya, saya akan mendengarnya…" jawab saya dengan tenang sambil mula menghirup jus tembikai susu yang saya pesan.
"Ok sekejap beberapa minit, selepas saya membalas mesej-mesej ini.." jawabnya sambil jari-jemarinya ligat bermain di dada skrin telefon pintarnya.

Saya hanya mengangguk-angguk sambil mengangkat kening dan mula menyuap makanan dengan sudu ke dalam mulut walaupun saya sedar bahawa memakan dengan menggunakan tangan itu lebih menepati Sunnah Rasulullah SAW.

"Baik, sekarang saya akan bercerita tentangnya.. ia sesuatu yang menarik tetapi pelik dan menakutkan." kata gadis itu kembali.
"Ok, seakan-akan ada satu perkara besar yang kamu ingin sampaikan kepada saya." jawab saya kembali sambil mulut mengunyah nasi.

Kemudian dia diam kira-kira sepuluh saat, mengambil nafas lalu memulakan ceritanya kepada saya,

"Di Gangnam ada satu pertandingan pelik yang diadakan untuk gadis-gadis muda untuk menjadi perempuan-perempuan simpanan bagi orang-orang kaya dan para jutawan. Kebanyakan gadis muda yang menyertai pertandingan tersebut adalah mereka yang ingin mencuba nasib apabila gagal mendapat tempat dalam pekerjaan atau terlalu teruja untuk menikmati hidup mewah bersama orang-orang kaya… mereka dijanjikan dengan hadiah yang sangat lumayan, kereta mewah, jet peribadi dan rumah besar seperti istana dengan kolam renang jika memenangi pertandingan tersebut."

Kemudian dia diam lagi... kali ini dia pula meminum minuman 'fresh orange'.. dia diam dengan agak lama tanpa berkata apa-apa.
"Ok, kemudian..?" tukas saya lagi ingin tahu.

"Oh, ia sesuatu yang amat dahsyat dan keji dan saya hampir tidak mahu menceritakannya kepada kamu. Tapi saya akan cuba ceritakannya juga agar kamu dapat tahu apa kisah benar yang berlaku.." sambungnya lagi.

"Iya, sila sambung lagi... saya memang ingin tahu tentangnya." balas saya lagi.
"Ok... Pertandingan itu, untuk sampai ke tempat pertandingan tersebut, para peserta yang terdiri daripada perempuan-perempuan muda yang cantik masing-masing dikehendaki menunggung seekor kuda kira-kira 500 meter dari tempat para peserta berkumpul ke tempat pertandingan yang merupakan sebuah istana besar dan mewah milik seorang jutawan di Gangnam. Kamu bayangkan, mereka semuanya menunggang kuda dengan memakai kasut tumit tinggi, baju jarang dan skirt singkat yang seksi sambil diiringi pihak penganjur pertandingan dengan helikopter.."

"Setelah sampai di sana mereka disambut oleh pihak penganjur di istana itu dan dibahagikan kepada dua kumpulan. Setiap kumpulan akan melalui dua laluan yang berbeza. Pertandingannya ialah laluan berhalangan untuk sampai ke destinasi yang terakhir. Ia seperti pertandingan dalam rancangan ‘Wipe Out’ di dalam TV jika kamu pernah melihatnya. Setelah sampai di destinasi terakhir pula, para peserta yang berjaya dari dua kumpulan itu akan bertarung pula sesama sendiri. Jika pihak lawan tewas maka peserta yang masih bertahan akan dianggap sebagai pemenang dan mendapat wang bernilai jutaan USD. Laluan berhalangan itu sangat berbahaya, namun para peserta hanya melakukannya dengan memakai kasut tumit tinggi dan pakaian seksi mereka sambil disaksikan dan disorak oleh para jutawan yang melihat aksi-aksi mereka tersebut dari sebuah ruang balkoni bilik mewah di istana tersebut. Saya tidak pasti ianya dirakam ataupun tidak."

Terus-terang, ia adalah pertandingan membunuh diri yang paling gila…"
"Ok, kemudian.. apa yang berlaku?" tanya saya mencelah dengan rasa teruja.

"Satu ketika di salah satu trek, para peserta dikehendaki memanjat palang-palang besi untuk melintasi salah sebuah menara di istana tersebut, palang tersebut sangat tinggi dan di bawahnya ada kolam renang. Di satu sudut yang lain, para jutawan pula menyaksikan aksi-aksi peserta dari dalam sebuah bilik mewah sambil menikmati hidangan dan minuman arak yang mahal bersama gadis-gadis mereka."

"Ramai perserta ketika itu yang terjatuh ke bawah ketika cuba memanjat palang-palang besi tersebut. Ada yang terhempas ke lantai dan kepalanya pecah. Ada yang patah tangan dan kaki. Ada yang pecah badannya. Kolam renang tersebut penuh dengan darah dan ada yang mati lemas ketika jatuh ke dalamnya setelah gagal untuk berenang keluar dari kolam renang yang dalam tersebut. Mereka semua para gadis yang tidak berupaya dan mereka sangat kasihan."

"Yang lebih keji daripada itu, mereka yang tercedera ketika itu langsung tidak dibantu.. malah dibiarkan sahaja untuk disorak dan ditertawakan oleh para jutawan yang melihat mereka sepanjang pertandingan. Akhirnya apa yang saya tahu, hanya dua orang gadis sahaja yang berjaya melepasi laluan itu daripada keseluruhan 30 orang gadis yang menyertainya... saya dikhabarkan walaupun dua gadis itu akhirnya berjaya, mereka kini hidup dengan trauma dan penuh ketakutan di sisi para jutawan gila tersebut. Mereka kini hidup seperti hamba di dalam istana zaman purba. Tiada tamadun dan tiada akhlak... hanya menjadi hamba suruhan lelaki-lelaki kaya yang merantai hidup mereka sahaja. Lebih malang lagi gadis-gadis yang sudah terjerumus ke sana tidak boleh lari daripada golongan kaya gila itu. Jika cuba untuk lari kemungkinan mereka akan dibunuh."

Sampai di sini tiba-tiba gadis itu sebak... wajahnya berubah dan air matanya serta-merta mengalir laju dan menangis teresak-esak.
Saya sudah tentu sangat terkejut dengan perubahannya secara tiba-tiba itu, dan cuba memujuknya,

"Hey, please don't cry here… people will look to us. Please calm down. I'm sorry so much to make you telling me this story…" kata saya kepadanya perlahan dengan suara hampir berbisik.

Namun saya membiarkannya dengan keadaannya itu untuk beberapa ketika. Kemudian saya berkata kepadanya, "Saya tak tahu apa sebenarnya yang membuatkan kamu menangis, tapi saya minta maaf banyak-banyak kerana disebabkan saya kamu menangis. Sebenarnya saya sangat terkejut mendengar cerita kamu. Ia sesuatu yang sangat dahsyat yang belum pernah saya mendengarnya sebelum ini.."

Ia ok... ia ok... ia ok... (sambil mengesat air matanya dengan sapu tangan miliknya)... maafkan saya kerana tiba-tiba bersikap pelik tadi. Kamu tahu, salah seorang gadis yang mati kerana pecah badannya ketika jatuh di pinggir lantai kolam renang itu ialah adik perempuan saya sendiri... Ibu saya membunuh diri kerananya dan bapa saya menjadi gila. Setelah ibu saya membunuh diri bapa saya sakit selama berbulan-bulan lalu akhirnya meninggal dunia."

Pada waktu ini dia kembali diam beberapa minit… saya pula tergumam dan tidak terkata apa-apa… setelah itu dia menarik nafasnya dalam-dalam lalu menyambung kembali kisahnya,

"Ibu-bapa saya hanya memiliki dua orang anak perempuan dan adik saya sudah menjadi mangsa kepada nafsu gila orang-orang kaya Korea."

"Sejurus selepas tamat pertandingan tersebut, saya dihubungi seorang wanita yang memberitahu bahawa adik saya telah pengsan dan cedera parah kerana kemalangan dan saya dikehendaki ke hospital untuk melihatnya. Wanita itu menyatakan dia mendapat nombor telefon saya daripada adik saya. Apabila saya dan ibu-bapa saya tiba ke hospital, kami dikhabarkan adik saya telahpun meninggal dunia. Saya memarahi wanita tersebut dan mendesaknya bertubi-tubi untuk menceritakan kisah sebenar kepada saya... dan akhirnya selepas beberapa hari dia menceritakan keseluruhan kisah ini kepada saya. Setelah tahu kisah sebenar, kami sekeluarga meraung dan menangis macam orang gila kerana tidak pernah menyangka adik saya sanggup menyertai pertandingan gila tersebut hanya untuk hidup mewah sebagai gadis simpanan orang-orang kaya. Namun wanita itu berkata ia adalah pilihan adik saya sendiri."

"Beberapa minggu kemudian ibu saya membunuh diri pada satu malam dengan menelan aspirin sebanyak 200 biji. Keesokan harinya ibu saya koma dan apabila saya dan bapa menghantarnya ke hospital, pada malam harinya dia meninggal dunia. Bapa saya pula selepas itu sakit jiwa sebelum mengalami sakit tenat yang membawanya meninggal dunia. Saya pula hidup tidak menentu dan mujurlah masih mempunyai seorang sahabat wanita beragama Islam yang terus berjuang agar saya dapat meneruskan kehidupan dengan tabah. Berulang-ulang kali dia mengingatkan kepada saya bahawa kehidupan ini adalah anugerah Tuhan dan orang yang beriman tidak akan berputus asa."

"Dan kerana itu saya melihat kamu kini sebagai seorang Muslimah..?" saya mencelah ceritanya.

"Alhamdulillah, terima kasih kepada Tuhan. Sahabat saya itu telah membawa saya berjumpa dengan seorang imam di bandar Seoul untuk memulihkan semangat hidup saya. Imam itu mula bercerita kepada saya tentang Allah, Islam dan Nabi Muhammad. Saya menerima segala ajarannya dengan lapang hati seakan-akan ia satu-satunya pilihan yang ada. Benar, Islam adalah satu cahaya yang sangat terang seperti matahari dan mendamaikan seperti bulan purnama yang kembali menyuluh seluruh hidup saya dan saya terus berubah kepada agama ini tanpa ragu-ragu. Dan kamu tahu tak, jiwa saya berasa sangat-sangat tenang dan damai ketika mendengar ayat-ayat Al-Quran yang berkumandang di ibu pejabat markaz Islam di bandar Seoul. Imam itu salah seorang ahli pengurusnya. Saya tidak pernah mendengar muzik-muzik yang sangat indah seperti ayat-ayat Al-Quran sebelum ini dalam hidup saya."

Kini suara gadis itu kembali gagah seraya berkata, "Alhamdulillah, saya bersyukur kerana diselamatkan Tuhan dan kembali dihidupkan semula sebagai seorang Islam setelah saya kehilangan segala-galanya akibat kekeringan jiwa masyarakat dunia terutama masyarakat Korea yang hidup sesat tanpa agama. Mereka semua telah sesat tanpa panduan hidup yang benar daripada Tuhan."

Setelah itu dia diam dan meminum minumannya...

"Kisah kamu amat menarik tetapi menakutkan. Adakah kamu sudah mengambil tindakan undang-undang bagi pihak adik kamu, atau melaporkannya kepada media atau berbuat sesuatu?" ujar saya kembali kepadanya.

"Lupakan sahajalah, saya sudah melaporkannya kepada pihak polis, sudah menceritakannya kepada beberapa orang wartawan dan melaporkannya secara bersumpah kepada beberapa orang peguam. Pihak polis enggan melakukan pendakwaan kerana tiada bukti-bukti yang kukuh mengenainya. Tiada video dan tiada saksi-saksi lain yang mahu tampil kepada pihak berkuasa selain saya. Mungkin ada namun ia tidak memadai. Wanita yang membawa adik saya ke hospital itu juga sudah menghilangkan diri. Saya cuba menghubungi nombor telefon bimbitnya berali-kali namun dia tidak dapat dihubungi. Kali terakhir saya mendengar tentangnya melalui seorang peguam yang mendapat khabarnya daripada seorang detektif polis ialah dia sudah meninggal dunia akibat kemalangan. Para peguam lain dan wartawan yang saya ceritakan kisah ini kepada mereka kesemuanya telah diugut untuk tidak mendedahkannya kepada umum. Mungkin begitu juga yang terjadi kepada mangsa-mangsa yang lain. Laporan polis di sana pula menyatakan gadis-gadis yang meninggal dunia akibat cedera parah itu adalah kerana rabung palang-palang besi di istana itu roboh ke bawah ketika mereka semua sedang berada di atasnya kerana ketika pihak polis sampai di sana palang-palang besi itu sudah pun dirobohkan. Manakala mangsa-mangsa yang masih hidup setelah kecederaan masih mengalami trauma yang dahsyat dan ada yang cacat seumur hidup walaupun mereka mendapat bayaran ganti rugi insurans yang banyak. Apa yang saya tahu mereka semuanya diugut akan dibunuh jika mendedahkan peristiwa sebenar kepada pihak polis. Yang pasti di sana wujud monster-monster besar yang menutupi kes ini termasuk menteri-menteri kerajaan… ia berkaitan dengan wang dan kuasa. Dan sudah tentu kamu tahu apa yang wang dan kuasa boleh buat pada kita." jawabnya lagi dengan panjang lebar yang sarat dengan hujah.

"Oh, ok... ianya sesuatu yang gila pernah saya dengar. Jadi sekarang berapa umur kamu dan mengapa kamu berada di Malaysia? Dan... apa yang kamu sedang buat di Malaysia sekarang? Dan lagi… bilakah peristiwa sedih itu berlaku?" tanya saya bertubi-tubi kepadanya dengan rasa ingin lebih tahu.

"Kamu agak saya berumur berapa…?"
"Saya tidak mahu mengagak dan saya tidak tahu berapa umur kamu."

"Kisah sedih itu hanya berlaku pada tahun lepas, dan saya tidak mahu sebut apa bulan dan harinya. Cukuplah kamu tahu ia berlaku pada tahun lepas. Kini saya berumur 29 tahun dan saya di berada di Malaysia kerana ingin cuba mendaftar kursus bahasa Arab di ******* University dengan sahabat wanita Muslimah saya dari Korea itu. Tadi saya bertemu-janji dengannya untuk bertemu di sini. Kami rakan serumah dan dia tadi menziarahi rakan kami orang Malaysia di kawasan ini. Saya sampai ke sini lewat sedikit dengan teksi.” jawabnya berterus-terang dengan nada jujur.

"Oh, kamu sungguh berani. Di Malaysia tidak ramai wanita yang berani naik teksi seorang diri pada waktu malam. Terima kasih kerana menceritakan kisah ini kepada saya.. saya amat menghargainya dan mudah-mudahan suatu hari Allah akan membalas dendam untuk kamu dan mangsa-mangsa lain yang telah teraniaya..." kata saya lagi kepadanya sambil mengangguk-angguk.

"Sudah tentu...! Suatu hari nanti semua orang dan dunia akan tahu mengenai kejahatan tersembunyi di bandar Gangnam yang dilaknat itu!" tukasnya dengan nada yang keras.
"Kamu ingat artis yang mecipta lagu Gangnam gila itu menyukai cara hidup bandar Gangnam..? Saya rasa dia amat sinis tentangnya dan dia pernah berasa tertekan dengan cara hidup di sana.. namun kini dia sudah menjadi sebahagian daripada mereka. Semoga Tuhan melaknat mereka semua. Saya menyerahkan kepada Tuhan untuk membalas segala kejahatan mereka."

"Whoa... kamu nampaknya sangat marah dengan Gangnam..." balas saya sambil mengangkat kedua-dua kening dan menyedut jus tembikai susu yang masih berbaki menggunakan straw.
"Oh, jangan kamu berpura-pura seperti tiada perasaan dan tidak mempunyai perikemanusiaan.." balasnya pantas kepada saya.
"Tidak, tidak... saya benar-benar terkejut dan simpati dengan kisah kamu. Bahkan di sebalik itu, saya dapat melihat kamu seorang yang tabah, kuat dan berani." balas saya kembali untuk menenangkannya.
"Oh ya, adakah kamu datang sini dengan biaya sendiri? Bagaimana dengan suami kamu dan kerjaya kamu di Korea?" tanya saya kepadanya dengan meneka-neka.

"Hahaha, saya masih belum bersuami dan saya telah menjual segala apa yang saya ada di Korea untuk datang ke sini. Saya mahu belajar bahasa Arab di sini dan merancang mahu ke Mesir atau ke Islamic Center di Chicago selepas ini untuk belajar lebih banyak tentang Islam di sana. Kamu juga tahu, Timur Tengah kini tidak stabil dan saya masih ragu-ragu untuk ke Timur Tengah. Imam yang mengislamkan saya itu pernah memberitahu saya bahawa dahulunya dia belajar bahasa Arab dan agama Islam di Syria di sebuah universiti yang namanya An-Nur." jawabnya dengan reaksi yang kembali ceria sambil tersenyum.

"Oh dulu saya juga pernah belajar di Syria, dan universiti itu namanya Universiti Abu Nur." jawab saya.
"Oh benarkah? Ceritakan kepada saya tentang Syria... saya bertuah bertemu dengan kamu." tukasnya teruja dengan muka yang sangat gembira.

Sesampainya di sini perbualan kami mula bertukar topik kepada isu Syria dan pergolakan di Timur Tengah serta topik-topik lain yang sudah tiada kena-mengena dengan Gangnam. Saya juga bercerita sedikit sebanyak tentang latar belakang diri saya kepadanya sebagai membalas kisah hidupnya yang telah dia ceritakan kepada saya.

Lama juga kami bersembang sejak jam 9.00 malam tadi. Kira-kira jam 10.30 malam rakan gadis itu datang ke kawasan kedai tersebut dan gadis itu meminta izin untuk pergi. Dia membayar segala pesanan makanan saya dan memperkenalkan dirinya sebagai Sofiyyah dan rakannya bernama Nadiah. Katanya nama mereka berdua diberikan oleh imam yang mengislamkan mereka di bandar Seoul merangkap guru murabbi mereka di Korea Selatan. Saya pula beruntung kerana makan malam saya ada orang belanja.

Kedua-dua mereka pernah lahir sebagai manusia yang tidak pernah menganut sebarang agama di Korea namun kini Allah telah memuliakan mereka dengan agama Islam yang suci. Saya tidak tahu sejauh mana kebenaran cerita Sofiyyah tentang kisah yang berlaku kepada adiknya di Gangnam. Kebenaran kisah tersebut saya serahkannya bulat-bulat kepada Allah. Namun saya berminat untuk kongsikan kisah ini kepada para pembaca agar para pembaca dapat membuat penilaian sendiri. Kisah tersebut mungkin benar dan mungkin tidak benar. Namun, di sebalik kisah yang saya pindahkan daripada Sofiyyah ini, dapatlah kita mengetahui sesuatu dan menjadikannya sebagai pengajaran.

Apa yang saya suka kongsi satu iktibarnya ialah, saya melihat betapa Sofiyyah amat bersyukur dan menghargai nikmat Islam yang dikurniakan Allah kepadanya. Dia sanggup meninggalkan negerinya dan menjual segala hartanya demi mempelajari bahasa Arab di bumi Malaysia bagi memahami Al-Quran, malah dia bercita-cita untuk terus mengembara bagi mempelajari ilmu-ilmu Islam dan menjadi seorang pendakwah Muslimah di negara Korea untuk Islamkan lebih ramai penduduk Korea. Dia seorang yang amat berani, tabah dan cekal. Lihat saja, bagaimana dia seorang diri berani menyapa seorang lelaki asing seperti saya di awal kisah tadi. Apa yang saya lihat padanya, tiada sebarang ketakutan di dalam dirinya dan harapan hidupnya telah seratus-peratus diserahkan kepada Allah. Dia telah menjual seluruh jiwa dan raganya hanya kepada Allah semata-mata. Di sebalik kekuatan dirinya sekarang, saya juga yakin di belakangnya ada seorang murabbi mursyid yang hebat, iaitu sang imam yang telah mengislamkannya. Biasanya di sebalik orang-orang yang hebat, di belakang mereka sudah tentu ada para pendidik yang jauh lebih hebat lagi. Di dalam hati saya berkata sudah tentu peribadi sang imam itu lebih hebat lagi kerana berjaya membaiki diri Sofiyyah menjadi lebih kuat sepertimana sekarang. Ia bukanlah sesuatu yang mudah untuk memulihkan, mendidik dan membangunkan jiwa manusia yang sudah rosak teruk seperti Sofiyyah dan menjadikannya seorang srikandi yang gagah perkasa jiwanya.

Sepanjang berjalan kaki pulang ke rumah, saya banyak tertanya-tanya di dalam hati betapa kita ini begitu leka dan tidak bersyukur dengan nikmat beragama Islam yang telah Allah anugerahkan kepada kita sejak kita dilahirkan ke alam dunia.

Di dalam hati saya sepanjang pulang, "Allahu Rabbi.... alhmdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah." Sambil kaki saya sekali-sekala menyepak batu-batu kecil di jalanan dan kedua-dua tangan dimasukkan ke dalam poket jubah putih kiri dan kanan seraya muka menunduk ke arah tanah...

Sehingga saat ini saya masih tetap berfikir sendirian, kisah Sofiyyah ini ialah apa yang saya dengar berlaku di negara Korea yang maju.. bagaimana pula dengan kisah-kisah gelap seperti kisah gadis-gadis Melayu Islam yang menjadi pelacur kelas atasan di negara kita. Sudah tentu banyak juga kisah-kisah gelap yang tidak pernah kita dengar tentang mereka. Sebelum ini saya pernah juga mendengar mengenai kisah-kisah kongsi gelap di negara kita yang dilindungi oleh orang-orang besar.

Allahu Allah, betapa teruknya manusia menjadi hamba wang dan kuasa pada zaman ini... Ya Allah, selamatkanlah kami di dunia dan di akhirat...

[Kisah benar ini selesai ditulis semula pada: hari Ahad, 07 Oktober 2012, 10.55 AM]


-yk-
Berilah Cahaya kepadaku Ya Allah.